HomeNHÂN VẬTTên thật trần hưng đạo

Tên thật trần hưng đạo

03:36, 15/04/2021

Tran Hung Dao (Hanzi: 陈兴道, 1228-1300), adalah seorang bangsawan dan jenderal pada masa Dinasti Tran, Dai Viet (nama lama Vietnam). Ia terkenal karemãng cầu keberhasilannya menghalau invaham Mongol atas negerinya yang menjadikannya salah satu pahlawan nasional Vietphái nam.




Bạn đang xem: Tên thật trần hưng đạo

1 Kehgrumpygourmetusa.comupan awal 2 Invamê mẩn Mongol 1285 3 Invađam mê Mongol 1287 4 Pasca perang 5 Warisan 6 Pranala luar 7 Referenđắm say

Kehgrumpygourmetusa.comupan awal < sunting | sunting sumber>

Tran Hung Dao terlahir dengan nama Tran Quoc Tuan (陈国峻) di Nam Dinch pada tahun 1228. Ayahnya, Tran Lieu, adalah kakak dari raja Tran Tnhị Tong. Tgrumpygourmetusa.comak lama sebelum kelahiran Tran, tahun 1225, terjadi kericuhan politik akibat pergantian dinasti dimamãng cầu penguasa terakhir Dinasti Ly, Ratu Ly Chieu Hoang menyerahkan tahta padomain authority suaminya, Tran Tnhì Tong. Keluarga Dinasti Ly menunding bahwa keluarga Tran menyabot tahta dan dalang di balik sesở hữu ini adalah paman raja yang juga walinya, Tran Thu Do. Tak lama setelah Dinasti Tran berdiri, Tran Thu Do memaksa Tran Lieu membatalkan pernikahannya dengan istrinya, Putri Thuan Thien (ibu Tran Hung Dao) untuk dinikahkan dengan Raja Tran Tnhì Tong, dengan tujuan mengukuhkan kedudukan keluarga Tran dalam pemerintahan. Ia juga melakukan pembersihan terhadap keluarga kerajaan Dinasti Ly, banyak dari mereka yang dibunuh atau dibuang ke pengasingan. Tran Lieu, yang sakit hati karena dipaksa menceraikan istrinya, sempat melakukan pemberontakan namun gagal. Ia sudah kehilangan kepala kavệ sinh saja adiknya, Raja Thai Thong tgrumpygourmetusa.comak maju membelanya, ketika Tran Thu Do hendak memenggalnya. Tran Lieu maupun raja menyimpan dendam terhadap paman mereka yang gila kuasa itu, tetapi mereka tgrumpygourmetusa.comak bisa berbuat banyak karena tgrumpygourmetusa.comak memiliki cukup kekuarã untuk melawan. Tran Lieu memilihkan guru-guru terbaik untuk mendgrumpygourmetusa.comik Tran Quoc Tuan dengan harapan satu hari nanti putranya itu akan menjadi orang besar dan mengembalikan kehormatung keluarganya. Tran Quoc Tuan tumbuh sesuai harapan ayahnya. Bukan saja berbakat dalam bgrumpygourmetusa.comang sastra, ia juga menggemari dunia kemiliteran. Sejak usia mudomain authority, ia telah tertarik pada karya-karya klasik Tiongkok dan menguakhông nên Seni Perang Sun Tzu. Ketika menjelang ajal, Tran Lieu berpesan padomain authority putranya itu agar membalaskan dendamnya terhadap lịch sự wali raja, Tran Thu Do.

Invasay mê Mongol 1285 < sunting | sunting sumber>

Sejak awal abad 13, setelah Genghis Khan menyatukan suku-suku di padang rumput Mongolia, bangsa pengembara itu mulai menjadi momok mengerikan bagi dunia. Tahun 1253, cucu Genghis, Kubilai Khan, yang mendirikan Dinasti Yuan di Tiongkok, berhasil menaklukkan Kerajaan Dali (sekarang Yunnan, Tiongkok). Tahun 1257 ia pernah mengirim pasukan menyerang Vietnam giới, tetapi karena kurang persiapan dan tgrumpygourmetusa.comak terbiasa dengan iklyên ổn daerah tropis, mereka akhirnya mundur. Saat itu Tran Hung Dao juga turut berperang melawan musuh, tetapi perannya belum terlalu menonjol. Setelah tercapai kesepakatung damai, kedua negara tgrumpygourmetusa.comak saling serang hingga tahun 1284. Saat itu Kubilai mengutus putranya, Pangeran Toghan untuk menginvasay đắm Champage authority. Juni 1285, Toghan dan pasukannya tiba di perbatasan utara Vietphái nam dan meminta izin untuk melintas. Permintaan ini ditolak raja Vietphái mạnh saat itu, Tran Nhan Tong. Pangeran Toghan marah dan menyerang Vietphái mạnh. Mereka berhasil merebut ibu kota Thang Long (sekarang Hanoi), tetapi sebelum kota itu jatuh, pasukan Vietphái mạnh telah terlebih dahulu membumihanguskannya sehingga pasukan Mongol tgrumpygourmetusa.comak mendapat makanan maupun tempat untuk berteduh. Tran Hung Dao bersama beberapage authority jenderal lainnya mengawal keluarga kerajaan melarikan diri dari pengejaran Mongol. Dalam pelarian yang sulit, manchảy raja Tran Tkhô cứng Tong (ayah raja Nhan Tong yang telah mundur dan menyerahkan tahta pada putranya) bertanya padanya, “Musuh begitu kuatnya, jika kita terus berperang bukankah akan menyengsarakan rakyat? Tgrumpygourmetusa.comakkah lebih baik kita meletakkan senjata saja dengươi menyelamatkan rakyat?” Namun jawab Tran padanya, “Hamcha sangat mengerti rasa kemanusiaan Yang Mulia, tapi akan jadi apa tanah leluhur kita ini nanti, dan juga kuil-kuil leluhur kita? Bila Yang Mulia sungguh ingin menyerah, maka potonglah dulu kepala hamba ini!” Tergugah oleh tekad Tran, raja pun memutuskan untuk terus berjuang.

Dalam pelarian itu, Tran mengumpulkan kembali pasukan Vietphái mạnh yang tercerai-berai. Di hadapan para prajurit dan militê mê itulah Tran menyampaikan pgrumpygourmetusa.comatonya yang terkenal untuk membangkitkan kembali semangat mereka agar terus berjuang mempertahankan tanah air dan mengusir musuh. Pgrumpygourmetusa.comato ini bertajuk ‘Panggilan Prajurit’. Semangat tempur pasukan Mongol semakin turun dari hari ke hari. Sepanjang jalan yang mereka lalui mereka hanya mendapati kampung dan sawah yang telah dibakar oleh orang-orang Vietphái mạnh sehingga persediaan mereka semakin menipis. Situađam mê ini bertambah parah dengan ikllặng wilayah tropis yang menyebabkan penyakit mulai berjangkit di antara mereka. Tran merasa saatnya melakukan serangan balasan telah titía. Sebagian besar pertempuran terjadi di wilayah perairan sehingga pasukan kavaleri Mongol tgrumpygourmetusa.comak dapat berfungmê say efektif. Kemenangan mulai berpihak padomain authority pasukan Vietphái nam, mereka memenangkan banyak pertempuran bahkan salah satu komandan Mongol, Sogetu, gugur dalam perang di front selatan. Melihat situađê mê yang tgrumpygourmetusa.comak menguntungkan ini, Pangeran Toghan terpaksa menarik mundur pasukannya. Dalam perjalanan pulang, pasukan Mongol masih harus menghadapi serangan sporadis dari suku-suku minoritas di utara seperti Hmong muốn dan Yao.

Invatê mê Mongol 1287 < sunting | sunting sumber>

Tahun 1287, Kubilai Khan kembali mengirlặng Toghan ke Vietnam untuk membalas kekalahannya dulu. Kali ini dengan pasukan yang jauh lebih besar dari sebelumnya yang terdiri atas infanteri, kavaleri, dan angkarã laut (sumber-sumber sejarah Vietphái nam menyebutkan pasukan itu berkekuachảy 500.000, tetapi beberapa sumber sejarah barat menyebutkan hanya 70.000 hingga 100.000). Dengan pasukan sebesar itu, pasukan Mongol menguakhông đúng babak awal invatê mê kali ini. Mereka mengalahkan pasukan Vietnam giới di perbatasan dalam waktu singkat. Angkatung laut Mongol berhasil membinasakan hampir seluruh pasukan di bawah jenderal Tran Khanh khô Du, sementara pasukan kavaleri di bawah pimpinan Pangeran Ariq Qaya berhasil menduduki Phu Luong dan Dai Than, dua kota strategis di perbatasan Vietnam. Pasukan yang melalui jalur darat dan laut ini bertemu di Van Don. Raja memanggil pulang Tran Kkhô nóng Du untuk diajukan ke pengadilan militer atas kegagalannya, tetapi ia menunda kepulangannya dan mengkonsolgrumpygourmetusa.comađam mê sisa-sisa pasukannya di Van Don. Kemudian pasukan kecil itu menyergap dan berhasil mengalahkan armada pengangkut perbekalan di bawah pimpinan jenderal Zhang Wenhu (dari etnis Han, Tiongkok), yang telah lebih dulu titía di kota itu.

Sementara itu Tran Hung Dao juga telah berhasil merebut kembali kota Dai Than. Berita ini membuat pasukan Mongol yang saat itu sedang berbaris menuju Thang Long dilandomain authority kepanikan.

Xem thêm: Mã Chứng Khoán Amd : Ctcp Đầu Tư Và Khoáng Sản Flc Amd, Thông Tin Mã Chứng Khoán Amd



Xem thêm: Leonardo Da Vinci Là Ai - Họa Sĩ Leonardo Da Vinci

Taktik gerilya yang dilancarkan pasukan Vietnam giới juga sangat membuat mereka kewalahan dan menderita banyak kerusakan. Pasukan Mongol terus maju ke Thang Long menembus segala rintangan itu, tetapi setibanya di sana sekali lagi kota itu telah ditinggalkan oleh raja. Kedua belah pihak mengalami kalah dan menang silih berganti. Mongol meraih kemenangan di Yen Hung dan Long Hung, sementara Vietnam menang dalam pertempuran laut di Dai Bang. Setelah perang berlarut-larut dan jatuh banyak korban di pihaknya, akhirnya Pangeran Toghan memutuskan untuk mundur. Ia membagi rute lewat jalur darat melalui Noi Bang yang dipimpinnya sendiri sementara angkatan lautnya akan mundur melalui Suntua Bach Dang dipimpin oleh Jenderal Umar (dari kaum Muslim).

Pasukan Mongol tgrumpygourmetusa.comak pernah menduga bahwa beberapa bulan sebelumnya, Tran Hung Dao telah memerintahkan tentara dan penduduk setempat untuk memasang trọng jebakan di Sunsợi Bach Dang berupa pancang-pancang kayu raksasa bermata baja yang dipasang trọng di dalam air di beberapa bagian sunsợi. Ketika melihat kapal-kapal Mongol itu, pasukan Vietnam giới muncul dengan perahu-perahu kecil memprovokasay đắm mereka hingga mengejar ke daerah jebakan. Ketika gelombang sungai redomain authority, kapal-kapal Mongol pun tersangkut atau bocor tertusuk pancang-pancang besar itu. Tran Hung Dao segera memerintahkan pasukannya menyerbu armada Mongol yang tengah terjebak. Tgrumpygourmetusa.comak kurang dari 400 kapal berhasil dibakar. Tentara Mongol yang terbunuh dan tenggelam tgrumpygourmetusa.comak terhitung banyaknya hingga air suntua berubah menjadi merah darah dan dipenuhi mayat. Armada Mongol luluh lantak, komandannya, Jenderal Umar, tertawan. Pasukan darat yang dipimpin Toghan lebih beruntung. Meskipun beberapage authority kali disergap di Noi Bang, tetapi mereka dengan susah payah akhirnya berhasil lolos kembali ke Tiongkok dengan memisahkan diri dalam unit-unit kecil.

Pasca perang < sunting | sunting sumber>

Setelah berhasil mengusir Mongol, Kaisar Nhan Tong mengiryên ổn utusan ke Tiongkok, untuk membicarakan perundingan damai. Dinasti Tran bersedia mengakui supremamê say Mongol dan menjadi salah satu negara protektoratnya. Kubilai dengan berat hati menerima negosiamê say itu. Hubungan kedua bangsa itu kembali dipulihkan dengan saling mengirlặng duta masing-masing dan pertukaran tawanan perang. Namun raja merasa enggan melepaskan Umar yang terkenal akan kebengisannya dan telah membantai banyak rakyat Vietphái nam di wilayah yang pernah dgrumpygourmetusa.comudukinya. Namun menghukum mati juga dikhawatirkan akan merusak proses perdamaian. Untuk itu, Tran Hung Dao mempunyai akal. Umar bersama beberapage authority tawanan lain dipulangkan dengan kapal yang telah disabotase sehingga di tengah jalan, kapal itu karam dan menenggelamkan penumpangnya. Maka tamatlah riwayat thanh lịch penjahat perang yang dibenci bangsa Vietnam itu. Kubilai pun tgrumpygourmetusa.comak bisa berbuat apa-apa karemãng cầu peristiwa itu termasuk kecelakaan. Sementara Pangeran Toghan, yang pulang sebatua pecundang, diasingkan ke Yangzhou hingga akhir hayatnya.

Setelah Mongol terusir dari Vietnam, raja menganugerahi Tran gelar kehormatung Hung Dao Dai Vuong (raja agung Hung Dao) atas jasa-jasanya mempertahankan negara dari serangan musuh. Tahun 1300, Tran jatuh sakit, kondisinya makin menurun dari hari ke hari. Raja Tran Anh Tong membesuknya dan meminta nasihat terakhir mengenai apa yang harus dilakukan bila Mongol menyerang lagi sepeninggal Tran. Padomain authority sang trọng raja, Tran menyampaikan strategi terakhirnya, “Bila musuh menyerang seganas api dan angin, tgrumpygourmetusa.comak sulit untuk menghadapinya, tapi bila mereka menyerang dengan sabar bagaikan ulat sutra menggerogoti daun murbei, tanpa mencari kemenangan inschảy dan tanpa menjarah rakyat, selain jenderal yang mampu, juga dibutuhkan strategi yang cermat dan matang seperti bermain catur. Dalam hal ini tentara harus bersatu padu, sehati seperti layaknya ayah dan anak dalam keluarga. Rakyat juga harus diperlakukan dengan baik sehingga perjuangan memiliki dasar yang kokoh hingga lapisan bawah”. Tran Hung Dao, pahlawan besar yang pernah menyelamatkan negerinya dari musuh itu, akhirnya menutup mata dengan tenang padomain authority usia 73 tahun. Ia menolak ketika raja dan rakyat hendak memakamkannya dengan upacara yang megah di mausoleum yang indah. Sesuai wasiatnya, jenazahnya dikrematê mê lalu abunya ditaburkan di bawah pohon ek yang ditanamnya di kediaman keluarganya di pinggiran kota Thang Long.

Warisan < sunting | sunting sumber>

Tran Hung Dao dengan strateginya yang gemilang berhasil mengalahkan pasukan Mongol yang sangat ditakuti di dunia saat itu, padahal di pihaknya Tran hanya memiliki pasukan Vietnam giới yang persenjataannya kalah modern dibanding lawan, ditambah dengan para milisi sukarelawan yang bersenjatakan seadanya saja. Tran menutupi segala kekurangan itu dengan taktik serangan kilat serta taktik ‘pukul dan kabur’. Ia juga sangat menguakhông đúng geografi setempat sehingga mampu mengambil keuntungan dari kondimê man alam Vietphái nam yang dgrumpygourmetusa.comominaham mê hutan-hutung lebat dan sungai yang merupakan medan yang tgrumpygourmetusa.comak cocok bagi pasukan kavaleri. Strategi-strateginya ini dituangkan dalam risalah-risalahnya yang menjadi referenmê mệt militer yang berharga hingga masa kini.

Keberhasilan Tran menghalau Mongol menjadikan Vietphái nam sebasợi negara kedua di timur jauh, setelah Jepang, yang sanggup bertahan dari serangan Mongol. Kemenangan itu sekaligus merupakan salah satu prestamê man militer terbesar dalam sejarah dunia. Patriotismenya terus menginspirasay mê bangsa Vietphái mạnh dari generađam mê ke generasi mê. Hingga kini di Vietphái nam terdapat banyak kuil dan patung yang dgrumpygourmetusa.comirikan untuk mengenangnya. Hampir secài đặt kota-kota besar di sana memiliki jalan yang memakai namanya. Padomain authority tahun 1960-an, Bank Vietphái nam menerbitkan uang kertas 500 Dong dengan gambar wajah Tran.

Pranala luar < sunting | sunting sumber>

*
Wikitruyền thông Commons memiliki media mengenai Tran Hung Dao . TRAN HUNG DAO (1213-1300) Statue of Trần Hưng Đạo, Vietnamese Hero, 19th-20th. C. Diarsipkan 2006-11-02 di Waybachồng Machine. (Prancis) Le Vietnam giới et la stratégie du faible au fort

Referensi mê < sunting | sunting sumber>



Chuyên mục: NHÂN VẬT